JAKARTA - Peneliti Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Farhan Shatry khawatir tingkat partisipasi pemilih pemula di Pemilu 2019 menurun bilamana informasi bohong (hoaks) terus diproduksi oleh oknum tidak bertangung jawab.
Menurut Farhan, jumlah pemilih pemula dalam pesta demokrasi tahun ini cukup banyak. Karena itu diperlukan suatu tindakan penyelematan agar suara pemilih pemula tidak 'kabur' akibat derasnya hoaks.
(Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun 2018, Kegiatan Politik Dianggap Paling Menyerap Energi Masyarakat)
"Tipikal pemilih pemula itu skeptis terhadap suatu informasi. Apabila hoaks terus-terusan diproduksi, bukan tak mungkin mereka menjadi apatis terhadap informasi yang beredar, karena sudah jenuh memilah informasi yang hoaks dengan yang tidak," ujar Farhan di Jakarta, Selasa (15/1/2019).
Farhan meminta, relawan maupun tim sukses pasangan calon dapat menghadirkan isu-isu yang menyentuh ranah pemilih pemula, seperti lapangan pekerjaan, beasiswa pendidikan, industri kreatif yang diminati anak muda, dan lain sebagainya.
"Dengan begitu isu-isu ini diharapkan dapat mengikis apatisme pemilih pemula akibat derasnya hoaks. Jadi relawan maupun timses coba hadirkan program yang ramah terhadap mereka, agar tingkat partisipasi kita terselamatkan," jelas dia.