Jokowi: Kontrol Presiden dan Aturan Tidak Tumpang Tindih Cegah Korupsi Kepala Daerah

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Kamis 17 Januari 2019 21:35 WIB
Joko Widodo-KH Maruf Amin saat debat perdana Pilpres 2019. Foto: Okezone/Heru Haryono
Share :

JAKARTA – Calon presiden nomor 01 Joko Widodo menekankan pentingnya kontrol seorang presiden untuk mencegah tindak korupsi yang dilakukan oleh sejumlah kepala daerah.

Selain kontrol dari kepala negara, Jokowi menilai harmonisasi regulasi dengan menggabungkan fungsi legislasi, dirjen dan fungsi legislatif sangat penting.

“Aturan satu pintu penting, sehingga (aturan) tidak tumpang tindih, pemda berkonsultasi ke pusat. Kedua, aturan disederhanakan, kalau ada tumpang tindih langsung kelihatan dan revisi dengan baik,” kata Jokowi saat debat Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Jokowi menuturkan rekrutmen berbasis kompetensi, bukan finansial dan nepotisme, bisa mencegah tindakan korupsi dari kepala daerah.

Baca: Jawab Pertanyaan Prabowo, Jokowi Singgung Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Baca: Prabowo: Kita Harus Cukup Uang untuk Jamin Kualitas Hidup!

“Maka dari itu untuk pejabat-pejabat birokrasi perekrutan harus transparan dan sederhana dengan standar-standar yang jelas, dan untuk jabatan-jabatan politik perlu penyederhanaan sistem,” paparnya.

Jokowi melanjutkan, dalam sistem kepartaian perlu pemilu yang murah agar pejabat-pejabat tidak terbebani biaya-biaya pemilu. “Sehingga kita harapkan bisa memangkas politik uang, suap, dan korupsi,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Jokowi akan lahir pejabat-pejabat publik yang memiliki intregritas dan memiliki kapasitas yang baik.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya