Melihat Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Letusan Gunung Api Soputan

Subhan Sabu, Jurnalis
Sabtu 19 Januari 2019 12:37 WIB
Gunung Soputan Meletus (foto: BNPB)
Share :

MANADO - Gunung Soputan yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, merupakan salah satu gunung api aktif yang ada di Indonesia. Gunung dengan ketinggian 1.784 M dari permukaan laut ini terakhir kali meletus pada 16 Desember 2018 dengan mengeluarkan kolom abu letusan setinggi 7.500 meter di atas puncak gunung.

Ini bukanlah kali pertama Gunung Soputan meletus. Sebelumnya gunung ini sudah pernah beberapa kali meletus dengan periode letusan yang terpanjang 45 tahun dan yang terpendek 1 tahun dengan sifat letusan umumnya terjadi beberapa kali dengan selang waktu antara beberapa minggu hingga beberapa bulan seperti yang terjadi pada 1908, 1913, 1915, 1923, 1982 dan 1984, 2000, 2008, 2014, 2015 dan 2018.

 

Letusan yang pertama terjadi pada tahun 1785, setelah itu Soputan beberapa kali meletus. Letusan yang terdahsyat terjadi pada 1966 dan 1982. Tidak banyak catatan yang bisa didapat terkait letusan pada 1966, namun ketebalan abu vulkanis sekira 10 sentimeter pada waktu itu membuat masyarakat di sekitar kaki Gunung Soputan terpaksa mengungsi.

Letusan tak kalah hebatnya terjadi pada tahun 1982, Saat itu abu vulkanik yang disemburkan Gunung Soputan menutupi sekitar wilayah Minahasa Tenggara hingga sampai ke Kota Manado. Bahkan, ketebalan abu vulkanik yang menutupi pemukiman penduduk mencapai 30 sentimeter.

"Berdasarkan sejarah dan informasi dari masyarakat terdahulu di daerah Silian atau Tombatu bahwa pernah terjadi letusan besar itu sebelum ada Pos Pemantauan terjadi tahun 1966 dan 1982, yang mana daerah Silian dengan ketebalan abu, kerikil dan pasir mencapai ketebalan kurang lebih 30-50 cm," ujar Kepala Pos Pemantau Gunung Api Soputan, Asep Saifullah kepada Okezone.

Aktifitas Gunung Soputan sejak tiga tahun belakangan, cenderung fluktuatif, naik turun baik dari segi kegempaan ataupun status. Ketika terjadi peningkatan status ke level III siaga menandakan telah terjadi 8 kali letusan. Namun, letusan Gunung Soputan yang bisa mengakibatkan tsunami tidak ada atau belum pernah terjadi mengingat letaknya yang jauh dari laut.

Warga di Sekitar Gunung Api Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara (foto: Subhan Sabu/Okezone) 

"Kami selalu mengimbau kepada masyarakat, pengunjung maupun pendaki baik dalam kondisi waspada atau siaga harus berhati-hati jangan beraktifitas di radius yang sudah ditentukan PVMBG /Badan geologi Bandung, guna antisipasi ancaman lain dari Soputan selain letusan," jelas Asep.

Ketersediaan alat pemantau gunung berapi menurut Asep sudah sangat memadai, baik analog ataupun digital serta monitoring deformasi yang dimiliki oleh pos pengamatan Gunung Api Soputan yang berada di Desa Silian 3, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulut.

"Untuk teknologi lain kami kurang tahu, hanya kantor pusat/PVMBG yang tahu terkait teknologi baru untuk pemantauan," kata Asep.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya