Melihat Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Letusan Gunung Api Soputan

Subhan Sabu, Jurnalis
Sabtu 19 Januari 2019 12:37 WIB
Gunung Soputan Meletus (foto: BNPB)
Share :

Gunung Soputan merupakan salah satu dari 8 gunung api aktif yang berada di Sulawesi Utara. Di Pulau Sulawesi, ada 9 gunung api aktif, 8 di antaranya berada di Sulawesi Utara, yakni Gunung Awu, Gunung Ruang, Gunung Karangetang, Gunung Tangkoko, Gunung Mahawu, Gunung Lokon, Gunung Soputan dan Gunung Ambang.

Ini membuat ancaman bencana geologi seperti seperti gempa bumi dan gunung meletus di Sulawesi Utara patut diwaspadai akibat adanya 8 gunung api aktif tersebut. Apalagi sampai saat ini 2 di antara 8 gunung tersebut yakni Gunung Karangetang dan Gunung Soputan masih terus menunjukkan aktifitasnya.

Kedua gunung tersebut, sampai saat ini masih berstatus siaga level III. Keduanya perlu diwaspadai karena dari 4 gunung di Indonesia yang berstatus siaga level III, yakni Gunung Agung di Bali, Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara.

"Secara nasional, ada empat gunung yang berstatus level III siaga, dan duanya ada di Sulawesi Utara, satu Karangetang, satu Soputan, kedua gunung itu patut diwaspadai dan menjadi ancaman bencana geologi di tahun 2019 karena statusnya belum turun, sampai saat ini pun masih level III siaga," ujar Kasub perencanaan keuangan dan data informasi BPBD Sulut, Edwin Monding.

Kondisi Pos Pemantau Gunung Api Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara (foto: Subhan Sabu/Okezone) 

Menurut Edwin, Sulut merupakan wilayah yang rawan terjadi gempa bumi karena adanya pertemuan dua lempeng, lempeng eurasia yang memanjang dari bagian Sulut ke Kalimantan dan lempeng pasifik di Maluku Utara.

Pertemuan antara kedua lempeng tersebut menjadi pemicu gempa, setiap kali kedua lempeng ini bergerak, terjadi gempa bumi. Oleh karena itu semua wilayah di Sulut berpotensi terjadi bencana gempa bumi akibat pertemuan kedua lempeng tersebut yang berada di antara laut Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

"Kami punya dua sirine tsunami, satu di Kota Bitung satu lagi di Manado, kami juga punya alat peringatan dini tsunami. Setiap tanggal 26 alat tersebut pasti berbunyi sebagai tes kalau alat itu masih berfungsi dengan baik atau tidak," jelas Edwin

Selain itu juga lanjut Edwin, BPBD terus melakukan upaya pengurangan resiko bencana dengan mempersiapkan masyarakat lewat sosialisasi dan edukasi ke anak sekolah, daerah-daerah bencana, kelompok rentan apabila terjadi bencana minimal mampu menyelamatkan diri sendiri pada saat terjadi bencana.

"Malah sekarang kita lagi menyusun sistem informasi, daerah-daerah rawan bencana itu menyusunnya agar supaya masyarakat tau bahwa kita berada di daerah mana," kata Edwin.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya