JAKARTA - Hasil survei Median mencatat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin sebesar 47.9 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 38.7 persen. Sehingga, perbedaan di antara kedua pasangan calon tersebut hanya 9.2 persen.
Hasil survei tersebut pun sangat berbeda dengan hasil survei Populi Center, LSI, Litbang Kompas, Indikator Politik yang menyebutkan elektabilitas Jokowi di atas 50 persen.
Menanggapi hal itu, Jaringan Masyarakat Muslim Melayu (JAMMAL) tak mempercayai keakuratan hasil survei tersebut. Koordinator JAMMAL Rofiq Al Fikri mengungkapkan, bahwa Lembaga Survei Median, secara kepemilikan dimiliki oleh seorang Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang bernama Rico Marbun.
Berdasarkan rekam jejak yang pernah ditelusuri, survei Median pernah mengeluarkan hasil dimana pada Mei 2013 yang lalu, menempatkan PKS sebagai Partai dengan elektabilitas tertinggi dibawah PDIP dan Golkar menjelang Pemilu 2014, namun pada akhirnya hasil surveinya meleset jauh.