Pusat Perbelanjaan Berubah Menjadi Neraka bagi Tahanan Politik di Venezuela

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Minggu 27 Januari 2019 11:20 WIB
El Helicoide (BBC)
Share :

VENEZUELA - Di pusat ibu kota Venezuela, Caracas, terdapat sebuah menara yang tampak seperti gedung ruang angkasa yang menakjubkan, menjulang di atas daerah kumuh di seputarnya.

El Helicoide pernah menjadi simbol negara yang kaya dan menjanjikan berbagai hal.

Sekarang, gedung tersebut menjadi penjara paling ditakuti di Venezuela dan mewakili kehancuran kekuatan Amerika Latin yang dilanda krisis.

 Baca juga: Rusia, China dan Turki Tuding Kekuatan Asing Berupaya 'Merebut Kekuasaan' di Venezuela

'Modernitas seketika'

El Helicoide dibangun pada tahun 1950-an, ketika Venezuela masih memiliki mimpi besar dan dana berlimpah dari keuntungan minyak.

 

Kebangkitan pasca Perang Dunia Kedua sedang terjadi dan diktator Marcos Perez Jimenez ingin menciptakan citra negara yang memandang jauh ke depan.

"(Mereka) melakukan penanaman modal nyata dalam pemikiran modernitas seketika," kata Dr Lisa Blackmore, salah satu penulis "Downward Spiral: El Helicoide's Descent from Mall to Prison" dan direktur Latin American Studies, University of Essex, Inggris.

"(Venezuela) adalah sebuah negara yang mulai tahun 1948 memasuki periode kediktatoran militer dan mandatnya adalah: 'Kita akan maju jika kita membangun'".

 Baca juga: Militer Venezuela Tak Akui Presiden Oposisi, Bersumpah Pertahankan Maduro

El Helicoide direncanakan menjadi pusat perbelanjaan pertama di dunia yang dapat dilalui kendaraan, dengan jalur melingkar ke 300 toko yang akan ada di kompleks itu. Gedung tersebut begitu besar sehingga dapat dilihat dari arah manapun di kota Caracas.

"Ini benar-benar gedung yang ikonik - tidak ada bandingannya di Amerika Latin," kata Dr Blackmore.

Bangunan ini direncanakan memiliki landasan helikopter, hotel, lift buatan Wina, Austria teknologi canggih dan kubah unik yang dibuat khusus.

Tetapi Perez Jimenez digulingkan pada tahun 1958 dan proyek ambisius ini menjadi terlalu mahal.

Tempat yang ditakuti

Selama bertahun-tahun bangunan tersebut bisa dibilang kosong. Sejumlah proyek mencoba untuk menghidupkannya, tetapi mengalami kegagalan.

 Baca juga: Venezuela Gagalkan Pemberontakan Aparat Keamanan Terhadap Presiden Maduro

Kemudian di tahun 1980-an, pemerintah mulai memindahkan sejumlah kantor pemerintah ke El Helicoide - yang terpenting adalah badan intelijennya, SEBIN.

 

Sejak saat itu, gedung itu menjadi tempat yang menakutkan karena dipakai untuk menahan penjahat selain juga tahanan politik.

BBC telah berbicara dengan sejumlah mantan tahanan, keluarga mereka, penasehat hukum, LSM dan juga dua mantan sipir untuk mendapatkan gambaran kehidupan di El Helicoide.

Mereka meminta kami untuk menyembunyikan jati diri mereka karena khawatir pemerintah akan menindak keluarganya.

Pegiat yang ditahan karena protes

Rosmit Mantilla dijebloskan ke El Helicoide pada bulan Mei 2014. Dia adalah salah satu dari lebih 3.000 orang yang ditahan terkait dengan unjuk rasa anti pemerintah yang mengguncang negara itu.

 Baca juga: 5 Juta Penduduk Akan Tinggalkan Venezuela hingga 2019

Pegiat politik berumur 32 tahun ini dikenal banyak pihak dan aktif menyuarakan hak LGBT.

Selama pemenjaraannya, dia juga terpilih menjadi anggota Dewan Nasional Venezuela, anggota kongres pertama negara itu yang secara terbuka menyatakan diri gay.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya