Penyiksaan sistematis
Tetapi perlakuan tidak benar bukanlah satu-satunya ketakutan terkait dengan El Helicoide.
Semua mantan tahanan dan sipir yang berbicara dengan BBC terkait dengan pengalaman mereka menceritakan penyiksaan sistematis yang dilakukan SEBIN agar tahanan bersaksi.
Carlos, seorang mantan tahanan, mengatakan kepada BBC, "Mereka menutup kepala saya dengan kantong. Saya dipukuli habis-habisan, ditendang dan diseterum di kepala, alat kelamin dan perut."
"Saya merasa sangat dihina, tidak berdaya, malu dan marah."
Tahanan lain, Luis, mengatakan, "Kepala saya ditutup tetapi saya mendengar seorang petugas SEBIN mengatakan, Ayo ambil pistol. Kami akan membunuhmu."
Mereka tertawa. "Hanya ada satu peluru. Coba kita lihat, apakah Anda beruntung." Saya merasakan pistol di kepala...dan mendengar mereka mengokang. Ini dilakukan berkali-kali."
Mantilla mengatakan dia mulai mengumpulkan cerita para tahanan dan menemukan berbagai metode kejam yang terus menerus dipakai.
"Kepala seorang mahasiswa dibungkus kantong plastik berisi kotoran manusia sehingga dia mau tidak mau harus bernafas," katanya.
"Saya mendengar orang yang diperkosa dengan menggunakan benda tumpul, yang lainnya diseterum, dan sebagian lagi ditutup matanya selama berhari-hari sampai akhirnya mereka pingsan."
Pelanggaran hak asasi manusia
Kedua mantan sipir yang berbicara kepada BBC menyangkal mereka pernah ikut serta menyiksa, tetapi mengatakan dirinya menyaksikannya.
"Saya melihat orang dipukuli, diikat, digantung dari pagar tangga di pergelangan tangan sementara kakinya nyaris tidak menjejak," kata Victor.
"Mereka menggunakan charger baterei dengan dua kabel pada kulit tahahan agar mereka dapat diseterum," kata Manuel.
"(Penyiksaan) dilakukan secara sistematis," tambahnya. "Ini dipandang sebagai hal biasa."
Kebanyakan kasus ini telah dicatat organisasi hak asasi manusia dunia dan pada bulan Februari 2018, Mahkamah Kejahatan Internasional memulai pemeriksaan pendahuluan kejahatan dan pelanggaran hak asasi manusia selama unjuk rasa.
Venezuela menyatakan akan membantu penyelidikan.
Dibiarkan mati
Pada bulan Oktober 2016, setelah ditahan selama dua setengah tahun di El Helicoide, Mantilla sakit keras sehingga petugas penjara memutuskan untuk memindahkannya ke sebuah klinik guna menjalani pembedahan.
Operasi telah diizinkan hakim, tetapi pada saat-saat terakhir SEBIN campur tangan. Matilla dikeluarkan dari klinik, meski masih kesakitan, dan secara paksa dikembalikan ke El Helicoide, di mana dia dijebloskan ke sel pengasingan.
"Ini seperti menderita penyakit mematikan, dipenjara dan kemudian diberitahu Anda tidak akan pernah dibebaskan. Mereka menghukum mati saya."
Rekaman video internet memperlihatkan Mantilla berteriak melawan saat didorong ke dalam kendaraan SEBIN di luar klinik. Hal ini memicu protes di dalam maupun luar Venezuela. Organisasi kemanusiaan dunia memimpin tuntutan bagi pembebasannya.
Setelah sepuluh hari, pemerintah menyerah dan Mantilla dipindahkan ke rumah sakit militer, kemudian ke klinik di mana dia akhirnya menjalani operasi yang diperlukannya.
Dia resmi dibebaskan dari tahanan pada bulan November 2016 dan beberapa hari kemudian diambil sumpahnya menjadi anggota kongres. Dia kemudian memberikan kesaksian tentang apa yang dirinya lihat dan alami di El Helicoide.
"Kejahatan terhadap kemanusiaan tidak mengenal waktu kedaluarsa," katanya.
(Fakhri Rezy)