Maduro Tolak Tuntutan Pemilu Baru di Venezuela

Agregasi VOA, Jurnalis
Senin 28 Januari 2019 09:56 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Reuters)
Share :

CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Minggu (27/1) menolak tuntutan internasional untuk mengadakan pemilihan baru, sementara krisis politik di negaranya semakin parah beberapa hari setelah pemimpin oposisi menyatakan diri sebagai presiden sementara.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN Turki yang ditayangkan pada Minggu, Maduro menolak ultimatum yang dilontarkan oleh sejumlah negara Eropa - untuk mengadakan pemilihan dalam waktu delapan hari atau mereka akan mengakui pemimpin oposisi berusia 35 tahun, Juan Guaido, sebagai presiden.

BACA JUGA: Militer Venezuela Tak Akui Presiden Oposisi, Bersumpah Pertahankan Maduro

"Mereka harus menarik ultimatum ini. Tidak ada yang bisa memberi kami ultimatum," kata Maduro dalam wawancara yang diterjemahkan ke dalam bahasa Turki dari bahasa Spanyol.

Venezuela mengadakan pemilihan presiden pada 20 Mei 2018. Banyak pemilih memboikot dengan alasan pemilihan itu tidak bebas dan adil. Beberapa anggota oposisi juga dilarang mencalonkan diri.

Amerika Serikat (AS) pada Minggu memperingatkan akan ada "respons signifikan" terhadap siapa pun yang mengancam atau mengintimidasi Guiado atau para diplomat AS.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya