SURABAYA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno diimbau supaya tidak asal memfitnah Irfan Wahid (Ipang Wahid) sebagai sosok di balik peredaran Tabloid Indonesia Barokah. Sebab tudingan tersebut dianggap tidak beralasan.
Menjelang pelaksanaan Pilpres 2019, politik menebar fitnah harus dihentikan. Sebab hanya membuat masyarakat resah. Hal itu disampaikan Barisan Gus dan Santri Bersatu (Baguss Bersatu), Senin (28/1/2018).
Presidium Baguss Bersatu Aizzudin Abdurrahman menyatakan, pihaknta selalu mengedepankan berpolitik yang santun dan ramah, menyampaikan gagasan politik yang baik. Bahkan Prabowo dan Sandi sowan ke Tebuireng dilayani dengan baik oleh Gus Solah.
"Pak Sandi pernah melangkahi makam ulama kami, ya kami tidak reaktif dan memakluminya sebagai kekhilafan. Nah, ini kok tiba-tiba memfitnah Gus Ipang Wahid?,” kata Gus Aiz, sapaan akrab Aizzudin Abdurrahman.
Baca Juga: TKN: Tabloid Indonesia Barokah Isinya Sama dengan di Media Massa
Menurutnya, tudingan BPN ke Ipang Wahid, yang juga salah seorang koordinator Baguss Bersatu, sama sekali tidak beralasan dan politik menebar fitnah harus dihentikan. Selama ini Ipang Wahid tidak pernah menerapkan pola kampanye dengan persebaran tabloid ke masjid-masjid.
“Gus Ipang Wahid saya rasa tidak segegabah itu, dalam dunia periklanan dan konsultan politik saya kira dia termasuk pioner, mainnya dia di konten kreatif digital yang membawa kegembiraan dalam politik. Bukan di tabloid,” ujar Gus Aiz.
Ia menambahkan, BPN Prabowo-Sandi harus berhati-hati dalam melontarkan tudingan. Karena tidak menutup kemungkinan Tabloid Indonesia Barokah justru dibuat pihak tertentu supaya dikesankan sebagai yang didzalimi untuk mendapat simpati publik.
“Kasus hoax Ibu Ratna Sarumpaet harusnya menjadi pelajaran politik kita bersama,” ungkap Pengasuh Ponpes Al-Masruriyyah Tebuireng Jombang tersebut.
Baguss Bersatu sendiri adalah relawan yang digerakkan para gus dan santri yang tidak hanya dari jaringan Pesantren Tebuireng Jombang. Baguss Bersatu digerakkan oleh jaringan yang selama ini bergabung di Barisan Gus Sholah (Baguss).
Baca Juga: Irwandi Yusuf Tegaskan Partai Nangroe Aceh Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin
Lalu dikenal sebagai kelompok relawan yang merepresentasikan sikap dan pemikiran KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) terhadap fenomena dan situasi masyarakat, termasuk soal politik. Ipang Wahid, putera Gus Sholah sekaligus cicit pendiri NU KH Hasyim Asyari.
Sebelumnya, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, di sejumlah media menuding Ipang Wahid berada di balik Tabloid Indonesia Barokah.
“Ada satu hal menarik yang mungkin butuh klarifikasi, logo di website dan tabloid itu sama dan juga di website jejak digital Ipang Wahid kelihatan, patut diduga terlibat Tabloid Indonesia Barokah," ujar Andre.
(Edi Hidayat)