Cerita Bupati Banyuwangi soal Istri dan Anak Jokowi Tak Ingin Pakai Fasilitas Negara

Fahreza Rizky, Jurnalis
Senin 28 Januari 2019 14:46 WIB
Presiden Jokowi dan keluarga. (Foto: Biro Pers Setpres)
Share :

Anas menambahkan, pagi ini dirinya baru saja menyambut kehadiran Ibu Negara Iriana di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, untuk selanjutnya melakukan sosialisasi antinarkoba. Iriana juga tidak mau diagendakan di pendapa bupati, tidak mau menggunakan fasilitas pemerintah daerah, karena akan bertemu rakyat secara langsung.

Menurut Anas, Ibu Negara meminta supaya peserta kampanye antinarkoba bukan dari kalangan pelajar SMA, sebab sudah punya hak pilih. Jadi, Ibu Iriana hanya meminta pesertanya dari kalangan siswa SD dan SMP.

"Beliau tidak mau memanfaatkan fasilitas kekuasaan untuk kemenangan. Ini cerita dan kenyataan yang kami dapatkan. Tentu bukan perkara mudah dihadapi oleh penguasa yang sudah berkuasa," ungkap Anas.

(Baca juga: Tampilan Sporty Presiden Jokowi dan Keluarga saat Berlibur di Kebun Raya Bogor)

Lebih lanjut Anas mengungkapkan bahwa putra-putra Presiden Jokowi sampai saat ini saja masih menjual martabak dan pisang goreng.

"Bayangkan, putra seorang Presiden yang tengah berkuasa sebenarnya memiliki kemampuan luar biasa untuk meminta apa pun, tapi memilih menjual martabak, pisang goreng. Belum pernah ada contoh teladan dari pemimpin seperti ini dari sejak Indonesia merdeka," ucapnya.

Anas menambahkan, Presiden Jokowi juga memerintahkan para kepala daerah agar dalam rekrutmen PNS transparan serta akuntabel. Jokowi mewanti-wanti jangan sampai ada korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Salah satunya adalah memerintahkan menggunakan sistem computer assisted test (CAT). "Jadi ketika anak mengerjakan soal, orangtua di luar sudah bisa melihat hasilnya," kata Anas.

(Baca juga: Potret Keharmonisan Presiden Jokowi Bersama Keluarga)

Perintah Jokowi itu pun dijalankan, bahkan dengan sistem ini anak Presiden yang ikut seleksi PNS tidak diterima. Padahal kalau Presiden menggunakan kekuasaannya, maka sudah pasti anaknya lulus.

"Tapi, Presiden yang memiliki kekuasaan tidak mau menggunakannya untuk kepentingan keluarga. Inilah pemimpin bersahaja dan apa adanya. Beliau memiliki kekuasan, tapi tidak mnggunakan kekuasaan itu urusan (penerimaan) PNS," kata pria kelahiran 6 Agustus 1973 di Banyuwangi ini.

Jokowi juga mencontohkan cara membangun infrastruktur dari pinggiran. Anas mengungkapkan, berdasarkan sebuah cerita temannya, dahulu banyak wisatawan Indonesia berswafoto tapi latar belakangnya Malaysia. Namun dengan pembangunan perbatasan yang sudah dilakukan Jokowi, sekarang ini kondisi berbalik.

"Turis Malaysia berfoto selfie dengan latar belakang Indonesia. Karena Beliau (Jokowi, red) sudah membangun perbatasan," kata mantan anggota MPR termuda ini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya