Jatuh dari Tangga Stasiun saat Bawa Kereta Bayi, Ibu Muda Meninggal Dunia

Agregasi VOA, Jurnalis
Kamis 31 Januari 2019 08:39 WIB
Tangga stasiun kereta bawah tanah di New York tidak punya lift (Foto: VoA)
Share :

NEW YORK — Ibu muda berusia 22 tahun meninggal di stasiun kereta api bawah tanah New York Senin malam, 28 Januari 2019, setelah terjatuh dari tangga ketika turun sambil membawa kereta dorong bayi. Bayi berusia satu tahun yang dibawanya selamat.

Insiden ini memicu seruan pada pengelola kereta api bawah tanah untuk segera memperbaiki infrastruktur yang sebagian besar sulit diakses.

Adalah Malaysia Goodson, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di bawah anak tangga di stasiun kereta api bawah tanah 7th Avenue dan 53rd Street di New York. Putrinya yang berusia satu tahun, Rhylee, ditemukan di lokasi itu dalam keadaan selamat, tanpa cedera sedikit pun.

NBC News melaporkan polisi masih melakukan penyelidikan apakah Goodson mendorong atau mengangkat kereta dorong bayi itu menuruni tangga, tetapi ketika ditemukan tangannya berada di pegangan kereta dorong dan putrinya berada di dalamnya.

Malaysia Goodson dan putrinya (Foto: Facebook)

Stasiun kereta api di mana jasad Goodson ditemukan tidak memiliki satu elevator atau lift pun. Sementara dua tangga berjalan yang ada hanya menuju ke atas.

Menurut laporan suratkabar New York Times, tim pemeriksa medis masih berupaya menentukan penyebab kematian Goodson, apakah karena terjatuh atau karena kondisi medis lain. Laporan itu menambahkan Otorita Transit Metropolitan yang mengelola jaringan kereta api cepat dan stasiun kereta api bawah di New York menyebut insiden itu sebagai “tragedi memilukan” dan menyatakan siap bekerjasama dengan polisi.

Warga NYC, Terutama Para Ibu Marah

Insiden ini menimbulkan kemarahan sebagian besar warga, terutama pengguna kereta api bawah tanah yang memiliki anak-anak dan kerap harus membawa kereta dorong untuk naik dan turun kereta api. Juga kelompok difabel yang seringkali mengalami kesulitan menggunakan fasilitas publik ini.

Jamie Caldwell, seorang ibu dengan tiga anak, mengungkapkan kekhawatirannya jatuh dari tangga setiap kali harus naik turun tangga sambil membawa kereta dorong bayi.

Sementara Christine Pelosi menyampaikan rasa frustrasi para ibu dan warga berkebutuhan khusus yang harus menggunakan fasilitas publik yang tidak ramah.

Kritik serupa disampaikan seorang warga New York lainnya Lene E. Warren yang mempertanyakan mengapa setiap stasiun kereta api bawah tanah tidak dilengkapi dengan tangga berjalan atau eskalator, dan lift?

Dari 472 stasiun kereta api bawah tanah di Amerika, memang hanya seperempatnya yang memiliki tangga berjalan atau eskalator. Salah satu survei yang mengkaji efektifitas keberadaan tangga berjalan bahwa mendapati bahwa dari setiap tangga berjalan yang ada di stasiun kereta api bawah tanah mengalami sedikitnya 53 kali kerusakan setiap tahun.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya