4 Kabupaten di Bali Ini Rawan Ledakan Kasus DB

Agregasi Balipost.com, Jurnalis
Jum'at 01 Februari 2019 13:02 WIB
Ilustrasi (Shutterstock)
Share :

DENPASAR – Tahun 2019 merupakan siklus tiga tahunan, pasca-ledakan kasus demam berdarah (DB) pada 2016. Ledakan kasus diprediksi terjadi di 4 kabupaten Bali, yaitu Tabanan, Gianyar, Klungkung, dan Singaraja.

Hal itu karena di empat kabupaten tersebut setelah dilakukan penelitian masih terdapat banyak jentik. Bali merupakan tolok ukur kasus DB di Indonesia karena masuk 5 besar daerah dengan kasus tertinggi.

Demikian diungkapkan Akademisi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Udayana Sang Gede Purnama, Kamis (31/1/2019). Diperkirakan Februari dan Maret akan terjadi ledakan kasus DB.

“Mulai Februari itu kan musim hujan deras, justru bulan itu lebih diwaspadai kalau mau mencegah agar demam berdarah enggak meledak,” ujarnya.

Tahun ini potensinya besar untuk meledak. Terutama pada Februari yang diperkirakan menjadi puncaknya. “Kemungkinan besar akan tinggi kasusnya kalau tidak ada upaya yang masif,” tuturnya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat dan pemerintah dari sekarang untuk melakukan upaya pencegahan. Seminggu sampai dua minggu musim hujan pasti akan terjadi peningkatan kasus.

Karena dalam waktu 7-14 hari, jumlah jentik akan menjadi banyak. Jika nyamuk Aedes Aegypti mendapat virus, akan dengan cepat menyebar.

Prediksi ini ia peroleh berdasarkan penelitian dengan menggunakan Maya Index. Dengan Maya Index, bisa diprediksi daerah mana yang akan terjadi wabah.

“Dengan Maya Index kita akan tahu tempat potensial breeding place (tempat perkembangbiakan nyamuk). Kalau breeding place banyak ditemukan di suatu tempat, kemudian ada jentik, maka akan ada ledakan kasus di tempat-tempat itu,” katanya.

Dengan adanya jumantik di Kota Denpasar ia memprediksi jumlah kasusnya stagnan. Namun untuk Kabupaten Gianyar, Tabanan, Klungkung, Singaraja rawan ledakan kasus DB.

“Karena di kabupaten tersebut, setelah ada kasus baru melakukan pemeriksaan. Karena anggaran untuk jumantik tidak ada. Kalau tidak ada KLB dia tidak akan menganggarkan untuk pencegahan DB,” ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya