"Kami keberatan janganlah terlalu berlebihan. Bahkan sempat jalan tersebut ditutup. Kan merepotkan masyarakat juga," tuturnya.
Terlebih lagi imbasnya terjadi kemacetan di mana-mana karena ada rekayasa lalu lintas. Tentunya itu dapat mengganggu ruang publik lantaran masyarakat harus memutar jauh.
"Kami prihatin waktu azan magrib, isya' remaja-remaja kita ada di sana, padahal itu waktunya salat," ujarnya.
Menurutnya, silakan saja merayakan Imlek, tapi waktunya disesuaikan. Jika itu dilakukan di tempat ibadah (Klenteng) pihaknya tidak pernah mempersoalkannya. Endro juga menambahkan dibandingkan dengan Tahun Baru Masehi kan hanya hari, namun untuk Imlek sampai sebulan penuh.