Melihat pengalaman debat perdana lalu, kata dia, penyampaian visi-misi pasangan calon nomor urut 01 itu dinilai paling komprehensif dan realistis. Dalam debat komunikasinya membumi, mudah dimengerti, jelas posisi argumennya tidak keluar dari konteks.
“Pak Jokowi terbukti bisa kalem tapi juga bisa ofensif. Ketika ofensif, pertanyaannya tajam sehingga bikin Prabowo emosional. Jadi Pak Jokowi tahu kapan menyerang kapan harus kalem. Dan emosinya terkendali dan tidak perlu sampai dipijat-pijat untuk meredakan emosi,” tuturnya.
Sekadar informasi, debat Pilpres kedua ini akan disiarkan secara langsung oleh media televisi dari MNC Group, yaitu RCTI, GTV, MNC TV, dan Inews TV.
(Khafid Mardiyansyah)