JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai sosok Joko Widodo yang sederhana sangat mewakili Indonesia.
Hal ini disampaikannya dalam acara deklarasi Alumni Sekolah Kolese Kanisius—Alumni Menteng 64—mendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Gedung Joeng 45, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat.
“Pak Jokowi itu sederhana, jujur, tidak punya conflict of interest (konflik kepentingan-red), dan beliau ini Indonesia banget,” ujar Airlangga yang juga Menteri Perindustrian.
Kata Airlangga, Jokowi merupakan satu-satunya Presiden Indonesia yang bisa menekan angka kemiskinan hingga satu digit. Bukan itu saja, lanjut dia, Jokowi juga satu-satunya Presiden yang mampu menaikkan angka serapan pekerja di Indonesia.
“Satu-satunya Presiden yang unemployment-nya (Pengangguran-red) di bawah 10 persen adalah Pak Jokowi,” ujar Airlangga.
Ia menambahkan, cuma Jokowi yang bisa membangun jalan tol hampir seribu kilometer. “Jadi, kita ingin Pak Jokowi dilanjutkan,” lanjutnya.
Program Jokowi di Perindustrian
Airlangga lantas menjelaskan pesan Jokowi dalam kementerian yang ia pimpin. Yang pertama, Jokowi berpesan agar dunia perindustrian bisa mempekerjakan pekerja.
Baca: Komunitas Pengusaha Mebel Janji Sumbang 13 Juta Suara untuk Jokowi di Pilpres 2019
Baca: Jokowi Singgung Propaganda Rusia, Begini Penjelasan TKN
“Di perindustrian (formal), upah minimum itu dari Rp2,4 sampai 4,2 juta. Tentu ini lebih tinggi dari nilai tukar sektor pertanian. Ini yang terus diminta didorong oleh Pak Jokowi, sekaligus pesan dari Pak Jokowi untuk menurunkan impor dan menaikkan ekspor,” ujar Airlangga.
Kedua, meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis kewilayahan. Bukan hanya Jawa sentris melainkan Indonesia sentris. Ditambah lagi dengan memasuki era industri 4.0, Indonesia bakal bisa menjadi negara maju ke depannya.
Menurut alumni Kanisius ini, program Jokowi tersebut perlu dilanjutkan di periode berikutnya. Sebab perindustrian membutuhkan waktu untuk menurunkan kemiskinan di Indonesia. Itulah kenapa Jokowi harus kembali memimpin Indonesia di periode 2019-2024.
Airlangga menambahkan, ke depan, bila Jokowi kembali terpilih, lapangan pekerjaan yang akan dibuka mencapai 10 juta lapangan pekerjaan. Untuk menyiapkan tenaga terampil yang bisa mengisi lapangan pekerjaan tersebut, pemerintah akan membangun sumber daya manusia selepas pembangunan infrastruktur.
Jokowi juga sudah menyiapkan visi negara kesejahteraan pada 2045. “Dalam visi negara kesejahteraan 2045, Indonesia akan menjadi negara nomor 4 di dunia,” ujar Airlangga.
Selain Airlangga, dalam acara tersebut hadir pula Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto; Akbar Tanjung, Ginandjar Kartasasmita, Agus Gumiwang Kartasasmita; Wimar Witoelar; dan Sidarto Danusubroto.
(Rachmat Fahzry)