Menurut dia, kajian secara bahasa itu penting agar tidak menimbulkan simpang siur apalagi membuat kegaduhan di publik. Sebab, bisa saja ada penyusup yang sengaja membuat elektabilitasnya turun.
Secara bahasa Surabaya, arti "Jancuk" juga sangat kurang sopan dan tidak layak disematkan kepada orang terpandang.
"Menggunakan bahasa daerah dan atribut sebaiknya perlu dibicarakan apa efek dominonya. Keuntungan dan kekurangannya apa? Karena saat ini rentan cibiran dan kritikan," katanya.
(Baca Juga: Debat Kedua, Prabowo Diprediksi Bingung Cari Celah Serang Jokowi)
(Arief Setyadi )