PSI Minta Kubu Prabowo-Sandi Hentikan Provokasi di Medsos

, Jurnalis
Rabu 06 Februari 2019 14:49 WIB
Foto Ilustrasi shutterstock
Share :

Tindakan Andi ini, lanjut Sigit lagi, merusak citra Partai Demokrat yang selama ini selalu tampil santun. “Saya kasihan dengan Pak SBY yang belasan tahun membangun citra Partai Demokrat yang santun, sekarang dirusak dengan cuitan-cuitan Andi Arief yang tidak bertanggung jawab seperti itu,” ujar caleg DPR-RI dapil Banyumas dan Cilacap ini.

Sigit mengingatkan, menyampaikan pernyataan di media sosial saat ini tidak bisa lagi dibedakan dengan memberikan pernyataan di depan publik. “Pengguna internet kita sekarang sudah mencapai sekitar 60 persen dari jumlah penduduk, dan kebanyakan orang Indonesia menggunakan internet untuk media sosial. Jadi jangan sembarangan menyempaikan pernyataan di media sosial,” kata Sigit.

 

Media sosial, terutama Twitter, menurut Sigit memang sangat efektif digunakan untuk menyebarkan isu. “Kecepatan replikasi informasi yang disebarkan melalui Twitter jauh lebih cepat ketimbang yang disebarkan melalui media sosial lainnya. Jadi memang wajar saja jika para politisi memanfaatkannya untuk menyebarkan isu-isu politik. Tapi jangan asbun, lah,” ujar Sigit yang pernah menjadi dosen ilmu komunikasi di beberapa perguruan tinggi ini.

Dengan adanya UU ITE, apa yang disampaikan di media sosial harus dipertanggungjawabkan sama dengan pernyataan di depan publik di dunia nyata. “Apalagi jika disampaikan melalui akun-akun terverifikasi. Nggak usah ngeles atau merasa dizalimi jika penyataan itu dibawa ke ranah hukum. Tidak perlu juga mengkambinghitamkan Undang-undang ITE. Bukankah undang-undang itu disahkan saat mereka duduk di DPR?” pungkas Sigit.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya