MANADO - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Sulawesi Utara, Hendrik Kawilarang Luntungan menghadiri upacara adat Tulude yang digelar di Desa Airbanua, Pulau Talise, salah satu pulau terpencil yang ada di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Dalam pengertiaanya, Tulude berasal dari kata “suhude” yang berarti “Tolak” atau mendorong, hingga secara luas dapat diartikan sebagai, orang sangihe menolak untuk terus bergantung pada hal – hal di tahun yang lampau dan siap menyongsong kehidupan yang baru di tahun yang baru.
Tulude pada hakekatnya adalah kegiatan upacara pengucapan syukur kepada Tuhan yang Mahakuasa (Mawu Ruata Ghenggona Langi) atas berkat-berkat dan penyertaanNya kepada umat manusia selama setahun yang lalu. Tulude adalah Acara Adat yang diadakan secara meriah oleh seluruh masyarakat sangihe.
Dalam Upacara adat Tulude, yang menjadi puncak acara adalah Pemotongan Kue Tamo (Tumpeng) yang dilakukan oleh tetua adat. Kue adat tamo mengandung arti yang khusus yaitu lambang tuan pesta kepada tamu, raja seluruh santapan yang dihidangkan di pesta.
Hendrik Kawilarang Luntungan yang juga tokoh masyarakat Minahasa Utara menjelaskan bahwa tujuan dari upacara ini adalah untuk melestarikan adat dan budaya
“Kami Partai Perindo sangat konsen dengan adanya pelestarian adat dan budaya khususnya di Minahasa Utara," ujar Hendri Kawilarang Luntungan, Jumat (8/2/2019).
“Sebagai tokoh masyarakat, sangat mendukung pelesatarian adat dan budaya. Apalagi dalam bentuk budaya," pungkas Luntungan.
Dalam kesempatan tersebut, Luntungan juga memberikan bantuan ratusan sak semen bagi 5 gereja di Pulau Talise yang sedang membangun.
(Khafid Mardiyansyah)