Dia menjelaskan, pengungkapan kasus itu bermula dari laporan masyarakat tentang kerusuhan oleh sekelompok pemuda di wilayah Semarang. Para pelaku tergolong sadis. Mereka mencari sasaran anggota geng lain yang dianggap sebagai lawan dan langsung dibacok.
"Mereka ini tanpa basa-basi langsung bacok korban. Padahal saat itu korban sedang melintas seorang diri di Jalan Sambiroto. Akhirnya korban tidak berdaya karena menderita luka parah akibat dibacok oleh Ymi dan Dwa," terangnya.
Seorang anggota Geng 69, Dwa, mengaku membacok korban berkali-kali dengan parang. Pelajar kelas X SMK di Semarang itubergabung dengan geng ini karena suka tawuran. "Saya bacok korban berkali-kali. Hampir semua tubuhnya,” ucap dia.
(Rachmat Fahzry)