TEHERAN - Iran melancarkan serangan baru terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negara-negara Teluk tetangga, sementara Washington terus menyerang lokasi-lokasi di seluruh Iran sepanjang malam. Ini merupakan hari kelima berturut-turut AS melancarkan serangan terhadap Iran.
Teheran mengatakan telah menyerang target di wilayah tersebut, termasuk di Yordania, Kuwait, dan Bahrain, saat hari keenam permusuhan yang kembali memanas semakin memperburuk kesepakatan awal mereka untuk mengakhiri perang.
Sementara itu, militer AS mengatakan telah melancarkan gelombang serangan selama enam jam di beberapa lokasi untuk "melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam pelaut yang tidak bersalah" di Selat Hormuz, demikian diwartakan BBC.
Pertukaran serangan terbaru ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran bahwa mereka "sebaiknya bersikap baik" atau menghadapi tindakan militer lebih lanjut jika Iran tidak kembali ke meja perundingan.
Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan kepada media pemerintah bahwa Teheran "tidak punya alasan" untuk mematuhi perjanjian apa pun yang tidak menguntungkan negara tersebut.
Ia menambahkan bahwa keamanan nasional Iran bergantung pada pemeliharaan apa yang ia sebut sebagai "kesepakatan Iran" di Selat Hormuz.