KUWAIT - Kuwait melaporkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menghantam wilayah udaranya di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Militer Kuwait menyatakan, sistem pertahanan udara berhasil mencegat proyektil yang masuk sebelum mencapai sasaran.
Militer Kuwait mengatakan, pasukannya menghadapi sejumlah target udara yang dikategorikan sebagai ancaman di wilayah udara negara tersebut.
"Suara ledakan apa pun yang mungkin terdengar merupakan hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh," demikian pernyataan militer Kuwait, dilansir dari trtworld, Rabu (15/7/2026).
Pusat Komunikasi Pemerintah Kuwait, mengutip Kementerian Pertahanan, menyebut serangan tersebut melibatkan rudal dan drone. Namun, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden tersebut.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Saud Al-Atwan, mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi jatuhnya puing-puing rudal maupun drone yang berhasil dicegat. Warga juga diminta tidak menyentuh ataupun memotret serpihan tersebut demi alasan keselamatan.