Perang Puisi Kubu Jokowi vs Prabowo

, Jurnalis
Jum'at 08 Februari 2019 20:34 WIB
Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno (Foto: Okezone)
Share :

3. Puisi Sri Mulyani vs Prabowo

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melontarkan pernyataan mengejutkan dalam pidatonya di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Sabtu 25 Januari 2019 lalu. Ia menyebut pemimpin di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai Menteri Pencetak Utang.

"Menurut saya, jangan disebut lagi Menteri Keuangan, tapi mungkin Menteri Pencetak Utang,” ungkapnya.

Sontak, pernyataan tersebut membuat Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati geram dan menulis sebuah puisi di akun Facebook-nya, Jumat 1 Februari 2019.

Berikut puisi karya Sri Mulyani:

Kami menyelesaikan

Ribuan kilometer jalan raya, tol, jembatan untuk rakyat, untuk kesejahteraan

Kami menyelesaikan

Puluhan embung dan air bersih bagi jutaan saudara kita yang kekeringan

Puluhan ribu rumah, untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang, kami bekerja menyediakan subsidi

Jutaan sambungan listrik untuk rakyat untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok

Kami terus bekerja

Meringankan beban hidup 10 juta keluarga miskin

Menyediakan bantuan pangan 15 juta keluarga miskin

Menyekolahkan 20 Juta anak miskin untuk tetap dapat belajar menjadi pintar

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja siang malam

Menyediakan jaminan, agar 96.8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat.

Merawat Ratusan ribu sekolah dan madrasah, agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa, bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya

Kami tak pernah berhenti, agar 472 000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan 20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.

Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian, 170.400 hektar sawah beririgasi untuk petani

Jutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murah

Jutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiket

Jutaan keluarga menikmati bahan bakar murah

Jutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri

Terus, Kami terus bekerja, agar 74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan. 8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat lebih baik

Triliunan rupiah tersedia

Membantu saudara kita yang terkena bencana membangun kembali kehidupannya

Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu

Agar engkau TIDAK LUPA

Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA

Aku tak ingin engkau lupa itu.

sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita.

5. Doa yang Ditukar vs Puisi Romahurmuzy

Fadli Zon menulis puisi yang berjudul ‘Doa Yang Ditukar’ dalam akun Twitter-nya pada Minggu, 3 Februari 2019. Puisi tersebut ditulis setelah terjadinya momen KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen mengucap nama Jokowi menjadi Prabowo dalam doanya.

Puisi Fadli pun mendapat balasan dari Romahurmuzy. Ia turut menulis puisi di akun Twitter-nya pada tanggal yang sama. Menurutnya, puisi tersebut ditujukan kepada pihak yang mempermainkan doa Mbah Moen.

Berikut puisi karya Fadli Zon:

DOA YANG DITUKAR 

Doa sakral

Seenaknya kau begal

Disulam tambal

Tak punya moral

Agama diobral

Doa sakral

Kenapa kau tukar

Direvisi sang bandar

Dibisiki kacung makelar

Skenario berantakan bubar

Pertunjukan dagelan vulgar

Doa yang ditukar

Bukan doa otentik

Produk rezim intrik

Penuh cara-cara licik

Kau penguasa tengik

Ya Allah

Dengarlah doa-doa kami

Dari hati pasrah berserah

Memohon pertolonganMu

Kuatkanlah para pejuang istiqomah

Di jalan amanah.

Berikut puisi karya Romahurmuzy:

KATANYA BELA ULAMA

Kyai paling sepuh pun kau nista

Dengan aneka meme dan cela

Katanya bela agama

Tapi kau halalkan semua

Tuk gelapkan siang sebelum waktunya

Katanya hasil ijtima' 

Baca qur'an pun kau hindari dengan berbagai cara

Jadi sebenarnya kau makhluk apa?

Editan atau manusia

Sungguh kasihan umat Islam Indonesia

Di atas namai bela agama

Tuk dukung kelompoknya

Umat dibuat tak tahu dengan sengaja

Bahwa syariat Islam pun dinista

Karena salat dan puasa Ramadhan pun tak dijalaninya

Kukatakan karena aku menyaksikannya

 

Semoga tobat dipilihnya

Meski politik sebabnya

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya