Baca: Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina Diyakini "Tiru" Aksi di Surabaya
Baca: Bercanda Pernah Pakai Ganja di KTT ASEAN, Duterte Diminta Jalani Tes Narkoba
Ressa dituduh membuat berita yang mengandung fitnah di Rappler pada 2012, yang diperbarui pada 2014, yang menghubungkan seorang pengusaha Filipina dengan pembunuhan, perdagangan manusia dan penyelundupan narkoba. Rappler mengutip informasi yang terkandung dalam laporan intelijen tahun 2002 tetapi tidak mengatakan lembaga mana yang menyusunnya.
Pengacara pengusaha mengatakan informasi itu salah dan bahwa artikel fitnah dan dia ingin membersihkan namanya.
Duterte secara terbuka memperlihatkan kekesalannya pada Rappler, dan sering berdebat dengan para reporternya, yang dikenal suka mengivestigasi kebijakan Duterte, serta mempertanyakan keakuratan pernyataan Duterte yang sering kali kasar.
(Rachmat Fahzry)