JAKARTA - Calon Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa harga beras dan daging di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Mendengar pernyataan itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin geram.
Juru Bicara TKN Inas N Zubir menyatakan, pernyataan Prabowo itu merupakan informasi yang meresahkan masyarakat. Pasalnya, menurut dia, ucapan itu membuktikan bahwa Prabowo sudah gelap mata dalam merebut kekuasaan.
Baca juga: BPN Prabowo-Sandi: Yang Kami Butuhkan Suara Rakyat
"Prabowo Subianto sudah gelap mata akibat birahi untuk merebut kekuasaan yang sudah tidak bisa ditahan lagi," kata Inas kepada Okezone, Jakarta, Jumat (15/2/2019).
Inas merasa heran apa alasan Prabowo melontarkan pernyataan tersebut. Pasalnya, untuk komoditas beras dan daging sudah mudah diakses di mana pun untuk mengecek harga pasarannya.
Baca juga: Tema Debat soal Infrastruktur, Jokowi Bakal Sampaikan Sederet Pencapaiannya
"Sungguh sangat mengherankan dengan pernyataan Prabowo mengenai harga beras, daging sapi dan daging ayam di atas karena untuk mencari harga-harga komoditas tersebut di internet akan sangat mudah," tutur Inas.
Padaha, kata Inas, harga premium di Indonesia termasuk yang terendah di Asia yakni antara Rp12.500 - Rp12.800. Sementara itu, Pemerintah mematok harga eceran tertinggi yang tertuang dalam Permendag No. 57/2017 adalah mulai Rp12.800-Rp13.600.
Baca juga: BPN Pastikan Prabowo Tak Akan Menyerang Pribadi Jokowi
"Sedangkan harga daging sapi dan ayam juga, di Indonesia masih lebih murah di banding dengan harga di Singapura, Jepang, Korea dan Taiwan," tutur Inas.
Sebelumnya, Prabowo menyebut harga beras, daging, dan daging ayam di Indonesia salah satu yang tertinggi di dunia. Oleh sebab itu, ketika dia terpilih menjadi Presiden, dirinya berjanji akan memperbaiki hal tersebut.
"Perjuangan kami adalah untuk kita perbaiki keadaan ini dengan segera," ujar Prabowo saat kampanye di Blora, Jawa Tengah, kemarin.
(Fakhri Rezy)