Untuk menghemat waktu dan biaya, masyarakat Betawi mengakalinya dengan membunyikan petasan, sebagai tanda sedang ada pesta di sekitaran kampungnya. Setelah mendengar suara rentetan petasan, warga akan berduyun-duyun mendatangi lokasi hajatan.
Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa masyarakat Betawi beranggapan meledakkan petasan atau mercon sebagai bentuk pemborosan. Sehingga, kini banyak warga yang mulai meninggalkan tradisi tersebut.
(Rizka Diputra)