"Kunjungan para kaum milenial ke Stan TNI AD ini tentu menepis juga anggapan bahwa generasi ini sangat mudah terkikis oleh pengaruh globalisasi," tutur Anang.
"Mengapa? Sebagai contoh, ribuan pengunjung ke Stan TNI AD setiap harinya, menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dan bela negara sangat menggelora di jiwa mereka," tambahnya.
Lebih lanjut Anang mengatakan bahwa ketertarikan pengunjung untuk menjadi anggota TNI AD itu bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan, melainkan mendapatkan jalan pengabdian dan perjuangan bagi rakyat dan bangsa Indonesia.
"Ini tentu sangat menggembirakan dan membanggakan, serta menunjukkan bahwa TNI AD memiliki tempat tersendiri di hati para generasi muda kita," ucapnya.
"Sebagaimana visi TNI AD, pameran pendidikan tidak hanya memamerkan tentang berbagai hal tentang pendidikan, namun juga berhasil menjadikannya sebagai wahana untuk turut mendidik para pengunjung tentang wawasan kebangsaan, nasionalisme , patriotism, dan kesadaran bela negara," tuturnya.