Dia menjelaskan, gajah tersebut merupakan kawanan yang selama ini tinggal di Taman Hutan Raya (Tahura) Kabupaten Siak. Namun karena kasawan gajah itu porak poranda, gajah liar itu sampai pemukiman warga.
(Baca Juga: Jati Mati, Gajah di Solo Zoo Kini Tinggal Dian dan Manohara)
"Habitat gajah telah rusak. Kelompok gajah itu terbagi dua. Satu kelompok jumlahnya 13 ekor sementara kelompok dua 11 ekor. Kawanan yang 11 ekor ini yang sering ke pemukiman. Tapi semua yang dilewati kawanan gajah itu sebelumnya adalah habitatnya. Jadi saat gajah tersebut kembali melintas di lokasi yang sekarang jadi perkebunan, kawanan itu akan memakan apa saja," tutur dia.
Untuk mengantisipasi hewan bongsor tidak masuk ke pemukiman, tim masih berjaga di sekitaran lokasi. Pada November 2018, kawanan gajah kelompok 11 ini juga masuk ke perkebunan warga.
(Fiddy Anggriawan )