Vandalisme di Monumen Serangan 1 Maret, Petugas Sebut Ini yang Terparah

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis
Rabu 20 Februari 2019 09:58 WIB
Relief Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 jadi sasaran vandalisme. (Foto: Instagram @museum.benteng.vredeburg)
Share :

Dia mengatakan, belum lama ini monumen sudah direstorasi. Dengan adanya kejadian tersebut, petugas kembali harus membersihkan coretan dengan cara menyemprot dan menyikatnya secara hati-hati. Ia mengaku tak begitu mengetahui pasti jenis cat yang digunakan.

View this post on Instagram

Relief Pahlawan Menangis Siapa kami? Tidak dapatkah kalian mengenali wajah kami? Kenapa ada relief kami di sini? Tidak mengertikah kalian dengan bangunan monumental disini? Peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan tonggak sejarah adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia Mungkin jika tidak ada peristiwa 70 tahun yang lalu disini, ditempat kalian beraksi dengan vandalisme kalian, kalian juga semua rakyat Indonesia belum bisa menikmati kedamaian kemerdekaan. . . Kami hanya minta sedikit ruang di bangunan Monumental di Titik Nol Kilometer kota Yogyakarta. . . Menjadi tanggungjawab siapakah vandalisme di relief Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta? @kemdikbud.ri @budayasaya @infojogja @f_jogjapeduli @infocegatan_jogja #relief #vandalismemuseum #vandalisme #museum #vredeburg #sejarah #infojogja

A post shared by museum benteng vredeburg (@museum.benteng.vredeburg) on Feb 17, 2019 at 7:53pm PST

Saat memeriksa ke lapangan, kata Darsono, jajarannya juga menemukan empat botol cat berwarna merah muda dan ungu. Darsono berharap pelaku vandalisme bisa ditemukan.

Ia menyesalkan, seharusnya anak muda berkreasi untuk hal positif, tetapi ini melakukan hal yang negatif. Darsono berharap pihak terkait ada yang memberikan ruang ekspresi bagi para pemuda agar tidak mengulangi tindakan merugikan ini.

(Baca juga: Dua Rangkaian Kereta Bandara Soetta Jadi Sasaran Vandalisme)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya