JAKARTA - Hari ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Perhubungan Budi Karya melakukan peninjauan proyek MRT di Jakarta. Pemerintah merasa puas dengan hasil dari proyek MRT tahap I dan berniat melanjutkan pengerjaan proyek MRT Tahap 2 dan 3 sejauh 7,8 km dan 87 km dari Cikarang hingga Balaraja.
Menurut Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Lena Maryana Mukti, pembangunan transportasi massal seperti MRT dan LRT yang dijalankan sudah sesuai dengan perencanaan yang ada. Feasibility study untuk berbagai proyek transportasi massal sebenarnya sudah ada di masa pemerintahan sebelumnya. Namun, baru di zaman pemerintahan Presiden Joko Widodo realisasi pembangunannya digencarkan.
“Kami mengapresiasi pemerintah telah menyiapkan visi transportasi publik seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia sehingga tidak menunggu macet terlebih dahulu namun telah mempersiapkan sejak jauh-jauh hari,” kata Lena Maryana di Jakarta, Rabu (20/2/2019).
(Baca Juga: Evaluasi Debat Capres, BPN Usul 'Tim Hore' Dihilangkan)
Terkait pembangunan LRT di Palembang yang disorot saat debat, ia yakin pembangunannya telah melewati feasibility Study yang mumpuni dan memiiliki data terkait pembiayaan yang sesuai dibandingkan negara lain dengan memperhatikan aspek seperti kontur alam hingga permasalahan teknis di Indonesia. Tidak mungkin, sebuah proyek dilakukan tanpa perencanaan dan studi yang matang.
Politisi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menilai, pembangunan proyek transportasi massal yang ada merupakan bentuk visioner dari pemerintah Indonesia dalam membangun infrastruktur transportasi publik di Indonesia untuk masa depan bangsa.