JAKARTA - Wakil Ketua DPR Ri, Fadli Zon menyoroti maraknya peredaran narkoba yang dikendalikan oleh narapidana dari balik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Hal itu diyakininya jadi salah satu penyebab narkotika terus masuk ke Indonesia.
"Karena narkotika terus masuk dan lapas menjadi save heaven bagi para pengedar narkoba," kata Fadli Zon di Jalan Cipinang Cempedak Raya, Jakarta Timur, Rabu (20/2/2019).
Dikatakan Fadli Zon, maraknya pengendalian narkoba dari dalam lapas, tempat itu dikhawatirkan jadi "pabrik" pembuatan narkotika. "Karena itu kami meminta perlu tindakan dari Menteri Hukum dan HAM, untuk mengatasi masalah ini," ujar Fadli.
(Baca juga: Lapas Masih Jadi "Surga" Pengedar Narkoba)
Fadli Zon menyoroti belum terealisasinya janji Dirjen Pemasyarakatan (PAS) merevitalisasi lapas. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), 90 persen pengendali narkoba ada di dalam lapas.
"Saya kira ini nanti harus diusut, terutama bila data itu keluar dari BNN, tentu perlu tindakan dari Menteri Hukum dan HAM," kata Fadli menegaskan.
Permasalahan lain yang juga disoroti Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu adalah daya tampung lapas yang sudah melebihi kapasitas hingga 300 persen. Akibatnya, banyak terjadi penyimpangan di dalam lapas akibat berebut mendapatkan kamar.
"Bayangkan daya tampung lapas yang seharusnya dihuni 1.000 orang, namun di isi 4.000 orang," ucapnya.
Kondisi itu menurut Fadli Zon sangatlah tidak manusiawi. "Ini sangat tidak manusiawi, kalau sempat ini dilihat oleh dunia internasional, saya kira kita ini benar-benar sebagai negara yang tidak berprikemanusiaan," imbuhnya.
(Qur'anul Hidayat)