JAKARTA - Polisi mengungkap aktivitas kampung narkoba di daerah Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam menjalankan bisnis haramnya para pelaku melakukan dengan terstruktur dan organisir.
“Penjualan loket narkoba Gang Langgar, tersangka yang berperan sebagai sniper (pengawas) berada di depan minimarket akan memberikan kode "masuk masuk" menggunakan tangan secara tersirat,” kata Dir Tipid Narkoba Brigjen Eko Hadi Santoso, Senin (18/5/2026).
Kemudian, sniper alias pengawas seluruhnya saling terhubung dengan handy talky (HT). Alat ini digunakan sebagai upaya untuk saling memberikan informasi terhadap aktivitas penjualan narkoba di Gang Langgar.
“Sepanjang jalan sebelum mencapai ke Blok F terdapat 21 pengawas yang memegang Handy Talky termasuk untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di Lapak Gang Langgar Blok F,” ujar Eko.
“Kemudian pada perempatan gang Blok F Gang Langgar, sniper (pengawas) mewajibkan hanya 1 orang pengendara saja yang dapat masuk ke lokasi penjualan narkoba tersebut. Apabila berboncengan salah satu harus turun dan menunggu di perempatan Blok F yang mana diawasi oleh para sniper,” tambah Eko