Thamrin mengatakan, sejak pertama kali jalan baru tersebut dibuka pada pukul 06.00 WIB pagi tadi, telah terjadi sebuah kecelakaan yang melibatkan pengendara yang merupakan warga setempat harus dilarikan kerumah sakit.
"Karena yang nabrak motor jadi cuma luka aja, mungkin kalau mobil kejadian juga," kata dia.
Dia mengaku, akan terus melangsungkan aksi blokade jalan yang dilakukannya, hingga keinginan warga untuk pembayaran pembebasan lahan akan segera dilakukan PT. Angkasa Pura II.
"Ini masih ada 60 rumah lagi, kita udah ngadu sama Kepala Desa, malah dia berpihak ke Bandara bukan ke warga, jadi ini upaya terakhir kita," ucapnya.
(Baca Juga: Urai Kemacetan, BRT Trans Tangerang Ajak Masyarakat Beralih ke Transportasi Massal)
(Fiddy Anggriawan )