Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin itu berujar, padanan dari sistem presidensial adalah corak multi-partai yang sederhana. Dengan begitu, nantinya konsolidasi demokrasi semakin berjalan dan jumlah parpol di parlemen semakin berkurang hingga mencapai kondisi ideal.
"Jadi, kami tidak sependapat dengan hal tersebut (AHY). Bahwa ini merupakan pemilu yang pertama, iya. Tapi kami bisa menunjukkan kerja sama yang baik antara Koalisi Indonesia Kerja dengan pasangan Pak Jokowi-Kiai Haji Ma'ruf Amin," kata Hasto.
Diwartakan sebelumnya, Komandan Kogasma Demokrat AHY menyinggung soal sistem multi partai dalam Pemilu Serentak di Indonesia. Menurut putra sulung Susilo Bambang Yudhoyobo (SBY) itu, pemilu serentak berpotensi mengakhiri sistem multi partai yang selama ini terbangun.
Jika kondisi ini berlanjut di masa depan, bukan tidak mungkin era multipartai akan berakhir, dan menyisakan hanya dua partai besar, seperti di Amerika Serikat," ujar AHY, Jumat 1 Maret 2019. (Baca Juga: AHY Pidato Politik, PDIP Curiga Ada Aspirasi yang Tersumbat di Kubu Prabowo-Sandi)
(Arief Setyadi )