Sementara itu, Akademisi UIN Jakarta, Moh. Najih Arramadlani memaparkan bahwa masjid sudah seharusnya steril dari kepentingan-kepentingan radikal dan politik.
"Kenapa masjid menjadi sasaran, karena masjid sudah terlalu masuk ke dalam politik, politisasi masjid itulah yang membuat masjid kita menjadi tidak murni lagi. Kita melihat indikasinya sudah sangat matang. Mengkonsolidir 17.000 masjid di Jawa Timur untuk tanggal 17 April 2019 mendatang," papar Najih.
Pemerhati Timur Tengah dan alumni Suriah ini juga mengatakan, bahwa terdapat pola yang sama antara gerakan radikalisme di Suriah dan Indonesia itu sama.
"Saya menemukan banyak pola yang sama antar radikalisme di indonesia denga Suriah di yaitu, menjadikan masjid sebahai basis gerakan radikalisme dan gerakan politik," tutur Najih.