Sementara untuk aktivitas kegempaan yang teramati di antaranya 10 kali awan panas guguran, 103 guguran, dan 6 hybrid atau fase banyak. Selain itu, tercatat 2 kali gempa tektonik, 19 embusan, 60 low frequenty, serta 1 vulkanis dangkal.
(Baca Juga : Luncuran Awan Panas Merapi Picu Hujan Abu di 5 Desa di Klaten)
"Masyarakat khususnya yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa serta selalu mengikuti informasi aktivitas Merapi. Radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk," katanya.
"Pemerintah daerah dan masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi," katanya.
(Baca Juga : Malam Ini, Gunung Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas)
(Erha Aprili Ramadhoni)