"Jadi, hati-hati. Ibu negara Afghanistan waktu bercerita kepada saya, sampai meneteskan air mata. Beliau (Ibu negara Afghanistan) bercerita kepada saya, 40 tahun yang lalu, saya masih bisa nyetir kendaraan sendiri di Kota Kabul dari satu kota ke kota lain," tuturnya.
"Tapi setelah perang, Afghanistan ini negara kaya, emasnya terbesar, tapi setelah konflik, dia sedih sama wanita dan anak-anak. Anak-anak enggak bisa sekolah, wanita, sekarang tidak bisa naik sepeda di jalan," ujarnya.
Karena itu, Kepala Negara Afghanistan menitipkan pesan kepada Jokowi agar jika ada sedikit masalah harus langsung diselesaikan. Apalagi, konflik yang menyangkut soal agama dan suku.
"Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama jaga persatauan dan kesatuan, persaudaran, jangan sampai berbeda pilihan tidak rukun, kita tidak merasa sebagai saudara sebangsa dan setanah air," ucapnya.
(Angkasa Yudhistira)