Meski Gagal Capai Kesepakatan, Korsel Catat Tiga Hal Positif dari KTT di Hanoi

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 06 Maret 2019 15:23 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam. Foto/Reuters
Share :

Hal positif kedua adalah bahwa KTT Hanoi menunjukkan transparansi lebih besar terkait perbedaan yang memisahkan antara AS dan Korea Utara dalam isu denuklirisasi dan pencabutan sanksi.

"Melalui KTT antara kedua pemimpin, mereka mengidentifikasi secara jelas posisi mereka dalam agenda-agenda yang sensitif. Dengan adanya transparasi dan posisi yang jelas dari kedua belah pihak, kita mungkin dapat mencari hal yang dapat dilakukan (untuk mengatasi perbedaan) itu," tambahnya.

Baca: Fakta-Fakta di Balik Pertemuan Trump-Kim di Vietnam

Baca: Jelang KTT AS-Korut, Vietnam Usir Komedian Peniru Kim Jong-un

Klarifikasi posisi AS dan Korea Utara itu tidak terlihat dalam pertemuan sebelumnya di Singapura.

Sebagaimana diketahui, AS menuntut pembongkaran penuh fasilitas nuklir Korea Utara di yongbyon dan Pyongyang telah memperlihatkan bahwa mereka bersedia untuk membongkar kompleks Yongbyon meski masih enggan melakukan tindakan lebih jauh lagi. Sementara di sisi pencabutan sanksi, AS masih belum bersedia untuk memenuhi permintaan Kim Jong-un untuk mencabut sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Poin positif ketiga adalah ide dari pihak AS yang mungkin mendorong terbentuknya kantor penghubung AS di Korea Utara. Ide yang disampaikan dalam KTT di Hanoi itu juga deisertai dengan gestur yang mungkin menghasilkan normalisasi hubungan antara Washington dan Pyongyang.

Poin-poin positif tersebut menurut Duta Besar Kim pada akhirnya bergantung pada seberapa besar Korea Utara bersedia melakukan langkah untuk denuklirisasi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya