"Tampak jelas tanpa disuruh, mereka bergegas ke depan gerbang menyambut kedatangan prajurit, layaknya orangtua dan kakak mereka sendiri," terangnya.
"Kebahagiaan kita makin bertambah, dengan kepolosan anak-anak berkebutuhan khusus ini menyanyikan lagu selamat datang bapak dan ibu pun dihaturkan untuk rombongan," katanya menambahkan.
Agus Rediyanti menuturkan, menampung dan merawat anak cacat, yatim-piatu serta jompo bukanlah hal yang mudah. Belum lagi memenuhi kebutuhan dan biaya operasional setiap hari.
"Bukan sekedar asal menampung saja atau memperhatikan makanan serta pakaian kepada penghuni panti, tapi pembinaan iman dan pendidikan bagi anak harus kita perhatikan dan bantu," harapnya.