Dalam maklumat tertanggal 13 Maret 2019 itu Gus Haris juga mengaku, ikut menandatanganinya. “Karena yang mengeluarkan maklumat para masyayikh, para sesepuh Genggong, tentu para santri dan alumni akan sam’an wa tho’atan (mendengar dan patuh, Red.),” ujar Gus Haris, panggilan akrab KH Muhammad Haris.
Sementara itu Pengasuh (Utama) Pesantren Genggong, KH Moh. Hasan Mutawakkil ‘Alallah membenarkan, beredarnya maklumat masyayikh Genggong tersebut. “Ya benar ada maklumat seperti itu. Maaf, saya ada tamu,” ujarnya singkat.
Terkait Pilpres 2019, sebelumnya akhir Februari 2019 lalu, Gus Haris bersama ribuan santri Genggong menggelar Deklarasi Anti Hoax. Saat itu memang, belum ada “isyarat” dari masyayikh untuk mendukung Capres-Cawapres tertentu.
Saat deklarasi, Gus Haris memberikan pernyataan, hoax termasuk fitnah sehingga dihukumi dosa besar. “Kami ingin Pemilu 2019 berlangsung damai karena itu hindari hoax, jangan menebar berita bohong dan fitnah,” ujar Gus Haris.
(Angkasa Yudhistira)