Total lima kontainer ditemukan di dalam ember tersebut, masing-masing berbobot 1kilogram. Semuanya digunakan untuk menyimpan berbagai jenis limbah uranium, termasuk uranil klorida, uranil nitrat, uranil sulfat, dan uranium trioksida, zat yang sangat beracun.
Polisi meluncurkan penyelidikan tentang bagaimana limbah radioaktif berakhir di tempat pembuangan sampah.
Ternyata, bahan-bahan kimia tersebut telah dibuang oleh seorang wanita lokal selama pembersihan rutin apartemen milik almarhum neneknya, seorang profesor kimia setempat. almarhum tampaknya tidak memberikan pengetahuan mengenai ilmu kimia kepada cucunya. Sang cucu hanya membawa limbah itu ke tempat sampah tanpa berpikir dua kali.
(Rahman Asmardika)