“Saya belum bisa membayar obat suntikan itu,” tutur Niswatin Naimah yang sudah mengabdi selama 20 tahun menjadi guru honorer di salah satu SMK di Sragen.
Niswatin menyampaikan dirinya spontan curhat ke Sandi karena heran mengapa jaminan kesehatan untuk penderita kanker justru dicabut.
"Saya menyampaikan seperti ini karena ada pasien yang sudah menerima obat gratis," ujar ibu dua anak ini.
Meski kini dirinya berobat dengan menggunakan uang pribadi, Niswatin bertekad untuk tetap terus berusaha semampunya.
"Saya masih terus berobat. Meski tidak lagi disuntik. Saya akan tetap terus berusaha. Alhamdulillah, Bang Sandi sudah menyatakan kesiapannya untuk membantu pengobatan saya," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)