Jaga Kerukunan Beragama, TGB Gelar Tabligh Akbar di Jakarta

Muhamad Rizky, Jurnalis
Kamis 21 Maret 2019 21:26 WIB
TGB Muhammad Zainul Majdi (Foto: Dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Komunitas Alumni ITB-AIWI akan menggelar tabligh akbar bersama Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. Rencananya, kegiatan tausiah tersebut akan dilaksanakan di Gedung Manggala Wanabhakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Acara tabligh bertema "Damai Negeriku Maju Bangsaku, Membongkar Batas Imajinary Umat" itu dilaksanakan untuk menjaga hubungan antarmasyarakat sebagai bangsa dan negara dalam koridor Islam.

"Seperti yang dicontohkan oleh Rasul kita dalam Piagam Madinah yang mana setiap warga negara diperlakukan sama tidak ada perbedaan, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Sayyidina Ali yang membuat pernyataan yang bagus bahwa kalau kita tidak bersaudara secara agama kita bersaudara secara kemanusiaan," kata perwakilan Alumni ITB-AIWI, Novi Ganevianto, di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana seharusnya umat Islam bersikap dengan masyarakat lain baik sesama muslim maupun tidak.

"Judulnya akan membongkar dinding imajiner itu juga kita membongkar janganlah ada prasangka-prasangka terhadap saudara kita sebangsa," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Alumni ITB-AIWI lainnya, Rudolf Damanik menilai saat ini terjadi segregasi (pemisahan kelompok) antarumat terlebih dalam menghadapi Pemilu 2019.

"Jadi, konsep kita bagaimana membongkar prasangka yang buruk seperti itu bahwa sebenarnya masing-masing orang bebas untuk memilih sesuai keyakinannya. Nah, dalam hal ini bagaimana kita kita sebagai orang Indonesia sebagai umat muslim bisa memanfaatkan hak tersebut. Prasangka yang kita hadapi itu yang mau kita dudukkan. Marilah kita bersama-sama memikirkan sesuatu yang lebih besar bahwa negara membutuhkan kita semua," kata Rudolf.

Kegiatan ini nantinya terbuka untuk umum. Baik muslim maupun nonmuslim diperbolehkan hadir. Sejauh ini kata Rudolf, tercatat ada 1.000-an orang yang menyatakan diri untuk hadir.

"Target peserta 2.000 orang semua mendapat tempat duduk. Peserta yang daftar banyak dari pengajian pesantren ada yang daftar seratus, dua ratus ada juga daftar secara kolektif ada juga masyarakat yang mendaftar secara langsung sampai ini sudah lebih dari seribu," ujarnya.

Bagi para peserta yang nanti tidak kebagian tempat, pihaknya juga telah mengantisipasinya dengan menyiapkan ruang tambahan di lokasi acara.

"Giant screen sudah kita siapkan satu, tapi yang sudah kita antisipasi sekarang di luar kita sudah siapkan screen, supaya yang di luar yang enggak dapat tempat tetap kebagian acara," tutur Rudolf.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya