Amerika Serikat Tidak Akan Mentolerir Penahanan Kepala Staf Opisisi Venezuela

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Sabtu 23 Maret 2019 12:22 WIB
Wakil Presiden AS Mike Pence. Foto/Reuters
Share :

Pence mengatakan Kuba mengizinkan militer dan badan intelijennya untuk melatih, mendukung dan melengkapi polisi rahasia Venezuela, Rusia memveto resolusi PBB untuk mengirimkan bantuan tanpa batas ke Venezuela, sementara China menolak memberikan visa kepada ekonom Ricardo Hausmann untuk mengadiri pertemuan tahunan Inter-American Development Bank yang diselenggarakannya.

Pence juga menyebut Maduro sebagai “diktator yang korup” dan mengatakan negara-negara itu (Kuba, Rusia dan China, red.) menahan Venezuela agar “tidak dapat maju menuju kebebasan.”

“Nicolas Maduro harus mundur,” tegas Pence.

Juan Guaido, Ketua Majelis Nasional Venezuela, telah menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pasca pemilu yang disengketakan. Amerika dan sekitar 50 negara telah mengakuinya sebagai pemimpin yang sah di Venezuela. Tetapi Maduro bertekad untuk mempertahankan kekuasannya, sehingga membuat kedua tokoh ini saling memperebutkan kekuasaan.

BacaSetengah Wilayah Venezuela Mati Lampu, Presiden Maduro Tuding Ada Sabotase

BacaDukung Pemimpin Oposisi, Dubes Jerman Diminta Pergi dari Venezuela

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya