Dia mengaku sejak kecil sudah akrab dengan kesenian sintren. Mengingat, kedua orangtuanya pun adalah seniman sintren di Haurgelis, Indramayu, Jawa Barat.
Reni yang kini sudah beralih profesi menjadi tukang urut ini mengaku, sudah jarang sekali masyarakat yang mau melestarikan sintren. Menurutnya, sintren hanya dimainkan pada acara-acara tertentu saja.
"Dulu saya juga mengajar kesenian sintren di desa ini. Sekarang sih saya jadi tukang urut saja, kalau ada yang nawarin saya ngajar, saya minta dibayar," ujarnya.
(Rizka Diputra)