JAKARTA – Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ke Luar Negeri 2019 yang digelar oleh Kementerian Pendidikaan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah mencapai proses akhir. Para peserta yang jumlahnya 1.000 orang sudah pulang ke Indonesia setelah mengikuti pelatihan selama tiga minggu sejak 1 Maret 2019.
Sebanyak 1.000 guru terdiri dari tenaga pendidik di jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK itu, disebar ke 12 negara, di antaranya Korea, Finlandia, Australia, Jerman, Jepang, Prancis, Singapura, Tiongkok, Hongkong dan Belanda. Program pelatihan ke luar negeri bertujuan agar tenaga pendidik mendapat pengalaman dalam sistem pembelajaran di era Revolusi 4.0.
Sekretaris Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kerja Kemdikbud, Wisnu Aji, mengatakan program mengirim guru ke luar negeri telah sukses dilaksanakan tanpa ada kendala maupun keluhan dari para guru.
Sebanyak 1.000 guru yang mengikuti pelatihan di luar negeri tahun ini, jumlahnya lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Ke depan harapannya tak hanya guru di jenjang pendidikan S1 yang diberangkatkan, tetapi juga S2 hingga S3. Selain pelatihan ke luar negeri, Bea Siswa Juga disediakan untuk para guru.
”Kami memberikan banyak beasiswa untuk para guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi salah satunya beasiswa LPDP yang kami prioritaskan untuk para guru,” tutur Wisnu saat menyambut para guru di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019) malam.
Mengirim guru ke luar negeri merupakan investasi untuk dunia pendidikan dan kualitas mengajar di Indonesia. Kemdikbud akan terus melanjutkan program ini di tahun-tahun berikutnya dengan menyasar peserta lebih banyak dan negara tujuan lain yang juga layak untuk dijadikan best smart.