Kantor berita Rusia, Sputnik dengan mengutip sumber kedutaan mengatakan, pesawat tersebut membawa pejabat Rusia untuk melakukan “pertukaran konsultasi”.
"Rusia memiliki berbagai kontrak yang sedang dalam proses pemenuhan, kontrak dengan karakter militer yang teknis," kata Sputnik mengutip sumber tersebut.
Baik Kementerian Informasi Venezuela mau pun Kementerian Pertahanan Rusia tidak memberikan komentarnya mengenai kedatangan kedua pesawat tersebut.
Pada Desember, dua pesawat pengebom strategis Rusia yang mampu membawa senjata nuklir mendarat di Venezuela sebagai bentuk dukungan Moskow bagi pemerintah Maduro. Tindakan tersebut membuat geram Washington.
(Rahman Asmardika)