Faktor yang Menjadi Penentu Pilihan Swing Voters
Merujuk survei terakhir Charta Politika yang dilaksanakan pada 1–9 Maret terhadap 2.000 warga dewasa dan terdaftar sebagai pemilih, kebanyakan dari mereka (36,4 persen) menjawab akan menentukan pilihan berdasar penampilan debat calon presiden dan calon presiden.
"Mereka masih menunggu debat, ada asumsi swing voters adalah orang yang rasional, sehingga menarik bagaimana nanti kita melihat debat berikutnya," ujar Yunarto.
Adapun debat pilpres berikutnya akan digelar pada 30 Maret, dan debat terakhir akan dilaksanakan beberapa hari sebelum pencoblosan.
"Arah suara swing voters akan melihat dari dua debat yang tersisa, akan punya pengaruh, walaupun terbatas," imbuh dia.
Sementara 10 persen responden menyebut akan menentukan pilihan sesuai arahan atau imbauan tokoh agama.
Sedangkan sisanya menyatakan akan pilihan mereka bisa berubah jika ada bantuan sembako (9,2 persen) dan adanya pemberian uang atau money politics (8,4 persen).
Pemberian sembako dan uang biasanya dilakukan beberapa saat menjelang pencoblosan untuk mendulang suara, atau kerap disebut "serangan fajar".
Kendati begitu, Yunarto menyangsikan serangan fajar akan efektif mengubah perolehan suara, jika hanya dilakukan satu hari.
"Kalau hanya sehari, tidak akan mudah di tengah pertarungan emosi. Efek dari serangan fajar akan terlihat jika terjadi dua minggu sebelum pencoblosan," ucapnya.