BEKASI - Sedari dulu Jawa Barat menjadi salah satu incaran partai politik (parpol) peserta Pemilu lantaran statusnya sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, yang mencapai 48 juta lebih penduduk. Tak heran banyak parpol yang jor-joran menggerakkan mesin partainya untuk merebut suara pemilih di Jawa Barat.
Setelah sempat kalah pada Pilpres 2014 lalu, Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin, yakin di Pilpres 2019 ini Jokowi akan memenangkan perolehan suara di Jawa Barat, dengan target sebesar 60 persen. Hal ini berdasarkan sejumlah hasil survei yang memperlihatkan elektabilitas Jokowi yang semakin meningkat setiap harinya.
"Target kita menang. Kalau kita targetkan, 60 persen kemenangannya di Jawa Barat. Kalau 2014 kan telak, kalau ini sudah bisa imbang, kadang surveinya lebih 3 persen kadang 4 persen," kata Ketua TKD Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Gedung Juang, Tambun, Bekasi, Selasa (26/3/2019).
(Baca Juga: Makna di Balik Baju Putih Jokowi-Ma'ruf Amin)
Suasana Pemilu di tahun ini, diakui Dedi lebih fluktuatif ketimbang Pemilu tahun sebelumnya yang cenderung mengikuti tren. Para pemilih saat ini bisa berubah pilihan politik, apalagi setelah melihat kinerja Jokowi selama hampir lima tahun kepemimpinan.
"Yang terjadi dalam politik sekarang tidak ada yang disebut tren lagi, yang ada adalah fluktuasi begitu. Jadi kalau dulu kan politiknya itu tren, sekarang enggak, ada naik, ada turun. Memang sangat berbeda politik sekarang," ujarnya.
Menurut Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu, perolehan suara Jokowi di Jawa Barat sudah jauh lebih baik, seiring tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja mantan Wali Kota Solo itu.
"Menurut saya posisi Pak Jokowi di Jawa Barat jauh lebih baik dibanding tahun 2014. Kita optimis akan capai target 60 persen itu," tuturnya.
(Baca Juga: KPU Pastikan Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Dilakukan di Kantornya)
Sebelumnya, suara Jokowi di Jawa Barat kalah telak pada Pilpres 2014 terhadap pasangan Prabowo-Hatta, dengan selisih hampir 20 persen suara. Jokowi-JK hanya meraup 9.530.315 suara atau 40,22 persen, sedangkan Prabowo-Hatta meraup 14.167.381 suara atau 59,78 persen. Jokowi diketahui hanya unggul di 4 kabupaten dari 27 kabupaten atau kota di Jawa Barat.
(Arief Setyadi )