Prabowo Kembali Tuding Banyak Media dan Lembaga Survei Tukang Bohong

Rus Akbar, Jurnalis
Selasa 02 April 2019 19:01 WIB
Prabowo kampanye di Padang (Foto: Ist)
Share :

PADANG - Kampanye Calon Presiden (Capres) 02 Prabowo Subianto sempat menyinggung media dan lembaga survei saat melakukan orasi di Danau Cimpago, Pantai Purus, Kota Padang, Sumatera Barat. Ia menilai, banyak media yang tidak independen dalam pemberitaannya.

“Ada televisi enggak disini, meliput enggak? Jauh-jauh bawa kamera meliput enggak? Jangan-jangan entok-entok, kau ambil gambar semuanya jangan aku aja. Jadi, saudara-saudara sekalian banyak media di Jakarta itu tidak tahu enggak jelas apa kerjanya, itu kerjanya adalah membohongi rakyat Indonesia sendiri. Jadi, saya ada satu dua sudah sadar ada yang sadar habis itu ada yang nelpon menakut-nakuti,” katanya di hadapan puluhan ribu pendukungnya, Selasa (2/4/2019).

(Baca Juga: Sambungkan Papua Barat, Bukti Komitmen Jokowi Lakukan Pemerataan)

Menurut Prabowo, media sekarang itu seperti hidup di zaman dulu. Mereka hanya bisa menakut-nakuti saja melalui pemberitaannya. “Mereka-mereka itu hidup di zaman dulu rakyat Indonesia bisa ditakut-takuti terus, kepala desa dipanggil bupati dipanggil, diancam mereka tidak mengerti semua kekuatan ada di tangan rakyat,” katanya.

Capres yang diusung Koalisi Adil Makmur itu juga mengkiritisi lembaga survei saat ini. Menurutnya, banyak lembaga survei abal-abal, tapi lihat nanti hasil pada Pemilu 17 April mendatang.

“Saya memberikan nasihat kepada lembaga-lembaga survei abal-abal itu, saudara-saudara jangan menggunakan kepintaranmu untuk bohongi rakyat Indonesia terus menerus, nanti 17 April kaget. Tapi Insya Allah saya mau bicara mendapatkan mandat rakyat,” katanya.

Padang diketahui merupakan basis Prabowo Subianto. Sebab, pada pemilu sebelumnya, Prabowo menang di kota tersebut.

(Baca Juga: Meski Tertinggal di Survei, BPN Optimistis Prabowo-Sandi Menang)

Sikap Prabowo yang menuding banyak media tidak independen bukan pertama kalinya. Pada Desember 2018, ia pernah menyebut media banyak bohongnya ketimbang benarnya. Bahkan, Prabowo menyebut pers adalah antek orang yang ingin merusak Republik Indonesia.

Kekesalan Prabowo itu diketahui buntut dari pemberitaan aksi reuni 212 yang dianggap Prabowo banyak media yang tidak memberitakannya.

Begitu pula soal lembaga survei. Ia pernah menuding banyak survei akal-akalan, dan banyak bohongnya, misal ketika dirinya kampanye akbar di Makassar pada 24 Maret.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya