Isra Mikraj Tafsir Pilpres

Opini, Jurnalis
Kamis 04 April 2019 20:20 WIB
Pemilu (Okezone)
Share :

Ketiga, Pasangan capres adalah orang-orang yang mendapatkan kehormatan dan kewibawaan karena menjadi pilihan rakyat dari ratusan juta penduduk Indonesia yang menaruh harapan besar atas janji-janji politik yang harus ditunaikan jika terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Demikian halnya dalam Isra Mikraj, Rasulullah menjadi pilihan Tuhan sebagai hamba yang diperjalankan untuk menerima amanat perinta shalat.

Keempat, Pasangan capres akan menerima pelbagai fasilitas kelas satu dan serba nyaman; pengawalan, pengamanan, kehormatan sebagai kepala negara/pemerintahan, kewibawaan dan segenap perlakuan yang berbeda dibandingkan dengan rakyat biasa. Rasulullah dalam Isra Mikraj juga diperlakukan sangat istimewa dengan pengawalan malaikat Jibril dan dengan kendaraan buraq (kira-kira pesawat kepresidenan) dapat bepergian kemana saja tanpa harus antri beli tiket di konter maskapai.

Kelima, Isra Mikraj memberi pelajaran dalam pelaksanaan pilpres bahwa negosiasi menjadi kunci sukses dalam permainan politik kekuasaan menjadi presiden. Dalam politik, prinsip the winner take all tidak berlaku karena akan mendatangkan guncangan-guncangan politik dari kubu oposisi atau bahkan dalam koalisi yang berujung aksi impeachment seperti yang dialami Soekarno dan Gusdur pada masing-masing kepemimpinannya.

Dengan kecekatan Rasulullah atas saran Musa perintah shalat lima puluh kali akhirnya bisa dinegosiasikan dengan sang Khalik menjadi lima kali dalam sehari. Negosiasi, Lobi dan menerima sumbang saran adalah kunci kesuksesan dalam politik pilpres untuk memenangkan dan bertahta dihati rakyat.

Syamsuddin Radjab

(Direktur Eksekutif Jenggala Center dan Dosen HTN UIN Alauddin, Makassar)

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya